← Semua artikel

Mengajukan cuti dan mengabarkan izin sakit

Cuti itu hakmu, tapi cara menyampaikannya dan serah terima pekerjaanlah yang membuat semua orang tetap senang.

Mengajukan cuti dan mengabarkan izin sakit
  • Setelah bekerja 6 bulan dan hadir minimal 80% hari kerja, kamu berhak atas 10 hari cuti tahunan; jika punya 10 hari cuti atau lebih, kamu wajib mengambil minimal 5 hari per tahun.
  • Ajukan cuti sejak awal kepada atasan; alasan 「私用のため」 (karena urusan pribadi) sudah cukup.
  • Jika sakit, telepon sebelum jam kerja dimulai, serahkan pekerjaan yang mendesak, lalu saat kembali minta maaf dan ucapkan terima kasih.

Mengambil cuti itu hak, tapi cara menyampaikannya penting

Menurut hukum Jepang, orang yang bekerja terus-menerus di sebuah perusahaan selama enam bulan atau lebih dan hadir minimal delapan per sepuluh dari hari kerja yang ditetapkan akan mendapat sepuluh hari cuti berbayar setiap tahun. Setelah itu, jumlah harinya bertambah sesuai lama masa kerja.

Cuti berbayar adalah hak pekerja, dan kamu tidak wajib menjelaskan alasannya secara rinci. Selain itu, sejak tahun 2019 ada aturan bahwa orang yang punya sepuluh hari cuti atau lebih wajib mengambil minimal lima hari setiap tahun.

Meski begitu, dalam kenyataannya banyak orang sungkan membicarakan cuti karena tidak ingin merepotkan orang di sekitarnya. Karena itulah, mengabari lebih awal dan memakai kata-kata yang sopan akan sangat membantu.

Tergantung perusahaannya, ada sistem cuti berbayar per setengah hari atau per jam. Ada juga hari libur yang ditetapkan sendiri oleh perusahaan, seperti libur musim panas atau libur akhir dan awal tahun, jadi sebaiknya cek dulu peraturan kerja perusahaanmu.

Saat mengajukan cuti

Setelah menentukan tanggal yang ingin kamu ambil, bicarakan langsung dengan atasan sesegera mungkin. Hindari masa sibuk perusahaan dan cek jadwal tim terlebih dahulu; dengan begitu permohonanmu lebih kecil kemungkinannya ditolak.

Jika ditanya alasannya, menjawab 「私用のため」 (karena urusan pribadi) sudah cukup. Kamu tidak perlu menceritakan detail urusannya.

Contoh percakapan: meminta izin cuti

Bawahan: "Pak Kepala Bagian, maaf mengganggu di saat Bapak sibuk. Bolehkah saya mengambil cuti berbayar pada tanggal 15 bulan depan?"

Kepala bagian: "Tanggal 15, ya. Tunggu sebentar... Hari itu tidak ada rapat khusus, jadi boleh."

Bawahan: "Terima kasih, Pak. Sebelum cuti, saya akan menyerahkan pekerjaan dengan baik. Untuk keadaan darurat, saya sudah minta tolong kepada Pak Suzuki."

Setelah cuti disetujui, beri tahu orang-orang terkait lewat email. Cukup tulis 「十月十五日は休暇をいただいております。ご不便をおかけしますが、よろしくお願いいたします」 (Pada tanggal 15 Oktober saya cuti. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya).

Saat tiba-tiba merasa tidak enak badan

Saat harus libur mendadak karena sakit atau cedera, prinsipnya adalah menelepon atasan sebelum jam kerja dimulai. Pesan lewat email atau chat saja bisa jadi tidak terbaca. Ada juga perusahaan yang membolehkan cukup lewat email, jadi pastikan aturan di perusahaanmu.

Bawahan: "Selamat pagi, saya Nguyen. Sejak semalam saya demam, jadi bolehkah hari ini saya izin tidak masuk?"

Kepala bagian: "Wah, kasihan sekali. Jangan memaksakan diri, istirahatlah sampai pulih. Bagaimana dengan pekerjaanmu, aman?"

Bawahan: "Mohon maaf. Untuk rapat jam sepuluh hari ini, saya akan coba minta Pak Suzuki menggantikan saya. Dokumennya sudah saya taruh di folder bersama."

Jika ditanya alasan izin, jawablah singkat dan jelas, seperti 「発熱のため」 (karena demam) atau 「体調不良のため」 (karena kurang sehat). Jika libur beberapa hari, kadang kamu akan diminta surat keterangan dokter dari rumah sakit.

Sepatah kata setelah kembali bekerja

Setelah selesai libur, saat menyapa di pagi hari, ucapkan 「先日は急にお休みをいただき、ご迷惑をおかけしました。おかげさまで、すっかり良くなりました」 (Maaf kemarin saya tiba-tiba izin dan merepotkan. Berkat kalian, sekarang saya sudah benar-benar pulih). Jangan lupa berterima kasih secara khusus kepada orang yang menggantikan pekerjaanmu.

Jika kamu memaksakan diri masuk kerja padahal belum pulih, kamu bisa menularkan penyakit ke orang di sekitarmu, jadi sebaiknya hindari hal itu.

Kata dalam artikel ini

休暇きゅうか
cuti, hari libur
有給休暇ゆうきゅうきゅうか
cuti berbayar
出勤しゅっきん
masuk kerja
欠席けっせき
ketidakhadiran
申請しんせい
permohonan, pengajuan
引き継ぐひきつぐ
menyerahkan (pekerjaan), mengambil alih
体調たいちょう
kondisi badan
迷惑めいわく
kerepotan, gangguan

Mengambil cuti bukanlah sikap egois, melainkan hal yang perlu agar kamu bisa bekerja dalam jangka panjang. Mengabari lebih awal, serah terima pekerjaan, dan ucapan terima kasih: dengan tiga hal ini kamu bisa cuti dengan tenang. Bersiaplah supaya saat kembali kamu bisa tersenyum dan berkata 「ただいま戻りました」 (Saya sudah kembali).