Tata bahasa Jepang
Apa arti ~ってば/~ったら? Tata bahasa Jepang N3
~ってば/~ったら berarti kan sudah dibilang…!; ya ampun, dasar… (penekanan saat tidak sabar atau keluhan akrab).
| Level (perkiraan, kerangka JLPT) | N3 |
|---|---|
| Struktur | N(nama orang・kata ganti)+ ってば/ったら V bentuk biasa / Aい / Aな(だ)/ N(だ)+ ってば/ったら |
| Romaji | tteba/ttara |
| Arti | kan sudah dibilang…!; ya ampun, dasar… (penekanan saat tidak sabar atau keluhan akrab) |
Pembentukan
| Kata benda orang | N + ってば/ったら(お母さんってば・健太ったら) |
|---|---|
| Klausa yang diulang | Kalimat bentuk biasa + ってば/ったら(すぐ行くってば・もういいったら) |
| Kata sifat -na / Kata benda (diulang) | Aな / N(+だ)+ ってば/ったら(大丈夫だってば・大丈夫ってば・嫌だったら) |
Cara pakai
Digunakan dalam percakapan akrab ketika pembicara merasa tidak sabar karena harus mengulangi hal yang sudah dikatakan, atau saat memanggil seseorang dengan nada menegur ringan atau mengeluh.
- 「~ってば」 (bentuk singkat dari 「と言えば」) dan 「~ったら」 (bentuk singkat dari 「と言ったら」) digunakan dalam percakapan akrab ketika pembicara merasa tidak sabar, sedikit kesal, atau gemas terhadap lawan bicara.
- Saat mengikuti kalimat bentuk biasa, baik 「~ってば」 maupun 「~ったら」 berfungsi sebagai partikel akhir kalimat untuk menegaskan hal yang sudah dikatakan pembicara atau ingin segera dipahami/dilakukan lawan bicara: “Kan sudah kubilang…!” (misalnya: 「もう分かったってば」「早くしなさいったら」「もういいったら」). Setelah klausa, 「~ったら」 cenderung bernuansa lebih kesal dan mendesak, serta sering terdengar dalam ucapan ibu atau orang yang lebih tua saat menyuruh anak-anak. Untuk kata sifat な dan kata benda di akhir klausa, 「だ」 dapat dipertahankan maupun dihilangkan.
- Saat dilekatkan langsung setelah kata benda penunjuk orang, 「~ってば」 dan 「~ったら」 digunakan untuk memanggil lawan bicara yang kurang memperhatikan (「ちょっと、兄さんってば!」— Hei, Kakak!), sedangkan 「N + ったら」 khususnya sangat sering membuka kalimat untuk mengangkat topik keluhan ringan kepada pihak ketiga dengan arti “si … itu ya ampun” (「うちの弟ったら、また鍵を忘れたのよ」— Adik laki-lakiku itu ya ampun, lupa membawa kunci lagi).
- PERINGATAN PRAGMATIK: Pola ini membawa nuansa mendesak, menegur, atau mengeluh secara akrab (register: casual). JANGAN PERNAH menggunakannya kepada atasan, orang yang lebih tua yang harus dihormati, atau rekan bisnis karena akan terdengar kurang ajar dan tidak sopan (di tempat kerja gunakan 「恐れ入りますが、先ほど申し上げました通り…」).
Contoh
もう、さっきから何度も大丈夫だってば。
Ya ampun, dari tadi kan sudah berkali-kali kubilang tidak apa-apa!
うちの弟ったら、大事な傘をまた電車に忘れたんだよ。
Adik laki-lakiku itu ya ampun, payung pentingnya ketinggalan lagi di kereta.
あと五分で必ず起きるってば、もう少しだけ寝かせてよ。
Kan sudah kubilang lima menit lagi pasti bangun, biarkan aku tidur sebentar lagi saja.
Perlu diingat
- Baik 「~ってば」 maupun 「~ったら」 dapat digunakan setelah kata benda penunjuk orang maupun setelah klausa untuk menekankan rasa tidak sabar. Saat membuka kalimat untuk mengeluhkan seseorang kepada pihak ketiga (“si … itu ya ampun”), 「N + ったら」 lebih umum dipakai; sedangkan saat mendesak di akhir klausa, 「~ったら」 bernuansa lebih kesal dan sering dipakai oleh ibu atau orang yang lebih tua kepada anak.
Kesalahan umum
-
Salahもう分かりましたってば。
Kan sudah saya bilang saya mengerti (diucapkan dalam bentuk sopan).
Benarもう分かったってば。
Di depan 「~ってば」 gunakan bentuk biasa (分かった), tidak digabung dengan bentuk sopan 「~ました/~ます」.
-
Salah課長ってば、さっきの書類に早く印鑑を押してください。
Pak Kepala Bagian ini bagaimana sih, cepat cap dokumen yang tadi.
Benar課長、恐れ入りますが、先ほどの書類にご捺印をお願いいたします。
「~ってば」 bernuansa tidak sabar dan mendesak secara akrab sehingga sama sekali tidak boleh digunakan untuk memanggil atasan (課長) di kantor.
Tips ujian
- Dalam soal Tata Bahasa dan Mendengar JLPT N3, perhatikan posisinya dalam kalimat: 「N + ったら」 di awal kalimat biasanya membuka komentar/keluhan (“si N itu ya ampun…”), sedangkan 「~ってば/~ったら」 di akhir klausa digunakan untuk mengulangi atau mendesak dengan tidak sabar saat lawan bicara belum mau mendengarkan.