← Semua artikel

Jepang umumkan 393 perusahaan yang dilimpahkan ke kejaksaan karena melanggar hukum ketenagakerjaan — 62 kasus karena gaji tidak dibayar

Kalau perusahaan tempatmu bekerja pernah dilimpahkan ke kejaksaan karena tidak membayar gaji atau melanggar keselamatan kerja, nama perusahaan itu mungkin sedang ada di daftar terbuka ini.

Jepang umumkan 393 perusahaan yang dilimpahkan ke kejaksaan karena melanggar hukum ketenagakerjaan — 62 kasus karena gaji tidak dibayar
  • Kementerian Tenaga Kerja Jepang (MHLW) pada 30/9/2026 memperbarui daftar perusahaan yang dilimpahkan ke kejaksaan karena melanggar hukum ketenagakerjaan, dihimpun dari kasus yang diumumkan biro tenaga kerja di 47 prefektur selama 1 tahun (1/9/2025–31/8/2026) — total 393 kasus.
  • Pelanggaran paling umum adalah tidak menerapkan langkah pencegahan bahaya saat bekerja dengan mesin (Pasal 20 Undang-Undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, 115 kasus); 41 kasus lainnya adalah tidak melaporkan kecelakaan kerja tepat waktu.
  • 62 kasus adalah perusahaan yang sama sekali tidak membayar gaji pekerja selama 1–4 bulan, melanggar Undang-Undang Upah Minimum — misalnya sebuah perusahaan transportasi di Hokkaido berutang gaji sebulan sekitar 160.000 yen kepada seorang pekerja.

Daftar yang baru diumumkan

Pada 30/9/2026, Kementerian Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Kesejahteraan Jepang (MHLW) memperbarui daftar perusahaan yang dilimpahkan ke kejaksaan karena melanggar hukum ketenagakerjaan.

Daftar ini menghimpun kasus yang diumumkan biro tenaga kerja di 47 prefektur di seluruh negeri, dalam setahun dari 1/9/2025 sampai 31/8/2026 — total 393 kasus.

Pelanggaran apa yang paling banyak disebut

Yang paling banyak adalah pelanggaran Pasal 20 Undang-Undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja — tidak menerapkan langkah pencegahan wajib saat bekerja dengan mesin atau pekerjaan berbahaya, sebanyak 115 kasus.

Ada 41 kasus perusahaan tidak melaporkan kecelakaan kerja tepat waktu ke Kantor Pengawas Standar Ketenagakerjaan — hal ini bisa memperlambat prosedur klaim asuransi kecelakaan kerja (労災) bagi korban.

Dan 62 perusahaan yang sama sekali tidak membayar gaji

Selain itu, 62 kasus melanggar Pasal 4 Undang-Undang Upah Minimum — perusahaan sama sekali tidak membayar gaji pekerja selama 1 sampai 4 bulan.

Misalnya, sebuah perusahaan transportasi di Hokkaido tidak membayar gaji sebulan sekitar 160.000 yen kepada seorang pekerja, dan dilimpahkan ke kejaksaan pada 10/8/2026.

Kenapa pekerja perlu tahu

Daftar ini mencantumkan dengan jelas nama perusahaan, lokasi, tanggal pengumuman, pasal hukum yang dilanggar, dan isi kasusnya — siapa pun bisa melihatnya di situs web Kementerian Tenaga Kerja.

Namun, nama perusahaan hanya tampil di daftar sekitar 1 tahun sejak tanggal pengumuman, dan bisa dihapus lebih cepat jika sudah diperbaiki — jadi TIDAK menemukan nama sebuah perusahaan bukan berarti perusahaan itu tidak pernah melanggar.

Kata dalam artikel ini

送検そうけん
pelimpahan berkas ke jaksa (penuntutan)
労働基準監督署ろうどうきじゅんかんとくしょ
Kantor Pengawas Standar Ketenagakerjaan
最低賃金法さいていちんぎんほう
Undang-Undang Upah Minimum
労働安全衛生法ろうどうあんぜんえいせいほう
Undang-Undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja
未払いみはらい
belum/tidak dibayar (gaji)
労働災害ろうどうさいがい
kecelakaan kerja
公表こうひょう
pengumuman, membuka ke publik

Catatan

Artikel ini dicek pada 2 Oktober 2026.

Kalau ingin mengecek perusahaan tempatmu bekerja atau yang akan kamu masuki, buka langsung daftar aslinya di situs web Kementerian Tenaga Kerja.

Sumber: 厚生労働省 (30 Sep 2026)