← Semua artikel

Menyiapkan tas darurat di rumah saat tinggal di Jepang

Gempa bumi datang tanpa peringatan. Tiga puluh menit persiapan hari ini bisa menentukan bagaimana kamu bertahan di hari-hari pertama setelah bencana.

Menyiapkan tas darurat di rumah saat tinggal di Jepang
  • Siapkan dua jenis: tas yang dibawa saat mengungsi dan persediaan di rumah.
  • Air, makanan siap santap, senter, radio, obat, dan toilet portabel adalah barang wajib.
  • Periksa tanggal kedaluwarsa secara berkala dan pastikan lokasi tempat pengungsian di dekat rumah.

Kenapa perlu bersiap?

Jepang adalah negara yang sering dilanda bencana alam seperti gempa bumi dan topan. Setelah gempa besar, listrik dan air kadang terputus.

Bantuan bisa saja butuh waktu lama untuk datang. Selama itu, kamu perlu menyiapkan barang-barang lebih dulu untuk melindungi diri sendiri dan keluarga.

Persiapan lebih mudah dipahami kalau dibagi dua: 「持ち出しぶくろ」 (tas yang langsung dibawa saat harus segera lari keluar) dan 「備蓄」 (persediaan untuk tetap bisa hidup di rumah).

Isi tas darurat

Pertama, masukkan air dan makanan yang bisa langsung dimakan. Makanan yang tidak perlu dimasak, seperti biskuit kering, makanan kaleng, dan nutrition bar, paling praktis.

Berikutnya, kamu butuh senter, radio portabel, baterai cadangan, dan power bank. Saat listrik padam, malam hari benar-benar gelap gulita.

Jangan lupa obat yang kamu minum setiap hari, masker, tisu basah untuk tangan, dan toilet darurat sederhana. Masalah toilet sebenarnya sangat merepotkan.

Bawa juga uang receh. Saat listrik padam, ada toko yang tidak bisa menerima kartu dan ada tempat yang mesin penjual otomatisnya tidak berfungsi.

Fotokopi paspor dan kartu izin tinggal (zairyu card), serta kertas berisi kontak keluarga, sebaiknya dimasukkan ke kantong tahan air.

Persediaan di rumah dan pemeriksaan

Pemerintah menganjurkan menyiapkan air dan makanan untuk minimal tiga hari, kalau bisa satu minggu. Patokan air adalah tiga liter per orang per hari.

Cara yang mudah dijalankan adalah membeli sedikit lebih banyak makanan yang biasa kamu makan, memakan yang lama lebih dulu, lalu membeli lagi sebanyak yang sudah dimakan.

Penting juga untuk memasang furnitur ke dinding agar tidak roboh, dan tidak menaruh barang tinggi di dekat tempat tidur.

Setiap setengah tahun, misalnya bulan Maret dan September, saya menentukan tanggal tetap untuk memeriksa isi tas dan tanggal kedaluwarsanya.

Cobalah sekali berjalan kaki sungguhan ke tempat pengungsian di dekat rumah dan rute ke sana. Di peta bahaya (hazard map), kamu juga bisa mengecek tempat yang berisiko banjir atau tanah longsor.

Barang yang berbeda tergantung orangnya

Rumah yang punya bayi juga perlu susu, popok, dan camilan kesukaan anak kecil. Ada anak yang tidak mau makan kalau rasa makanannya berubah.

Orang yang tinggal sendiri akan lebih tenang kalau menyimpan kontak teman di dekat rumah atau orang dari negara yang sama di ponsel, dan berjanji untuk saling mengecek keselamatan.

Dulu, tak lama setelah pindah rumah, saya membiarkan setengah tahun berlalu tanpa membuat tas darurat. Kalau terus berpikir "nanti saja", kita pasti lupa.

Karena itu, di hari libur saya membeli semua barang yang dibutuhkan sekaligus di supermarket dan memutuskan untuk melengkapinya dalam satu jam.

Kalau tas ditaruh di dekat pintu masuk, kamu bisa langsung membawanya keluar. Kalau terlalu berat, kamu tidak bisa berlari, jadi penting membuatnya seberat yang masih bisa digendong di punggung.

Tanda evakuasi dan lokasi tempat pengungsian kadang tertulis dalam bahasa Jepang sederhana atau bahasa Inggris di situs web kantor pemerintah kota.

Kata dalam artikel ini

防災ぼうさい
pencegahan bencana
備蓄びちく
persediaan, stok cadangan
懐中電灯かいちゅうでんとう
senter
停電ていでん
listrik padam
避難所ひなんじょ
tempat pengungsian
期限きげん
batas waktu, tanggal kedaluwarsa
目安めやす
patokan, perkiraan
固定こてい
memasang kuat, mengunci

Persiapannya tidak harus sempurna. Kalau kamu mulai dengan membeli satu dus air, itu sudah menjadi langkah pertama untuk melindungi keluarga.