← Semua artikel

Jepang rilis materi baru: bantu konsumen introspeksi sebelum tanpa sadar menjadi 'pelanggan pelaku pelecehan'

Bukan hanya perusahaan yang wajib mencegah customer harassment — Badan Urusan Konsumen Jepang baru saja merilis materi agar konsumen sendiri bisa menyadari kapan keluhannya sudah melewati batas.

Jepang rilis materi baru: bantu konsumen introspeksi sebelum tanpa sadar menjadi 'pelanggan pelaku pelecehan'
  • Pada 1 Oktober 2026, Badan Urusan Konsumen Jepang (Shōhishachō) merilis materi penyuluhan baru agar konsumen bisa mengenali dan menghindari menjadi pelaku 'customer harassment' terhadap staf layanan.
  • Materi ini berisi lembar cek diri untuk 3 kecenderungan pribadi dan 4 situasi nyata (call center, transportasi umum, toko ritel, restoran) untuk memahami psikologi kedua pihak — konsumen dan staf.
  • Materi ini membedakan 'ketidakpuasan karena kejadian' dan 'ketidakpuasan karena perasaan', disertai saran dari para ahli agar ketidakpuasan tidak berubah menjadi pelecehan.

Materi baru untuk konsumen

Pada 1 Oktober 2026, Badan Urusan Konsumen Jepang (Shōhishachō) merilis materi penyuluhan baru untuk membantu konsumen agar tidak menjadi pelaku 'customer harassment' (pelecehan terhadap staf layanan).

Materi ini menjelaskan 'customer harassment' sebagai saat rasa tidak puas atau terburu-buru dalam hati konsumen, tergantung situasinya, keluar dengan cara yang melewati batas.

Tiga hal untuk introspeksi diri

Disertakan juga lembar cek diri, yang membantu pembaca merenungkan tiga kecenderungan dirinya saat berbelanja atau makan di luar: mudah langsung percaya pada pikiran sendiri, mudah membiarkan emosi 'melaju kencang', dan mudah membiarkan rasa kesal menumpuk sampai 'tangkinya penuh'.

Empat situasi yang sering terjadi

Materi ini mengangkat 4 situasi konkret — call center, transportasi umum, toko ritel, restoran/kedai makan — untuk menjelaskan psikologi dari kedua pihak: konsumen dan staf layanan.

Materi ini juga dilengkapi lembar latihan yang bisa dipakai untuk simulasi bermain peran, sehingga bisa digunakan juga dalam pelatihan atau seminar di tempat kerja.

Membedakan dua jenis ketidakpuasan

Sebelum berubah menjadi customer harassment, materi ini membagi ketidakpuasan menjadi dua jenis: 'ketidakpuasan karena kejadian/struktur' (misalnya produk cacat, layanan lambat) dan 'ketidakpuasan karena perasaan' (misalnya merasa dilayani dengan sikap meremehkan).

Materi ini juga mengutip pendapat para ahli, memberi saran agar ketidakpuasan tidak berubah menjadi pelecehan, dan agar diri sendiri tidak tanpa sadar menjadi penyebabnya.

Kata dalam artikel ini

消費者庁しょうひしゃちょう
Badan Urusan Konsumen Jepang
啓発資料けいはつしりょう
materi penyuluhan, peningkatan kesadaran
不満ふまん
ketidakpuasan, rasa tidak senang
従業員じゅうぎょういん
karyawan, staf
構造的こうぞうてき
bersifat struktural, karena kejadian
手がかりてがかり
petunjuk, kunci
労働局ろうどうきょく
Biro Tenaga Kerja

Catatan

Artikel ini dicek pada 1 Oktober 2026.

Teks lengkap materi ini (file PDF) bisa dilihat di situs Badan Urusan Konsumen. Kalau kamu sedang bekerja dan mengalami pelecehan serius dari pelanggan, kamu tetap bisa melapor ke saluran konsultasi perusahaan atau Biro Tenaga Kerja (労働局) di prefektur tempatmu bekerja.

Sumber: 消費者庁 (1 Okt 2026)