Apa saja isi huruf Jepang?
Bahasa Jepang punya dua aksara fonetik, yaitu hiragana (ひらがな) dan katakana (カタカナ), masing-masing dengan 46 huruf dasar. Cukup dengan menghafal kedua tabel ini, kamu sudah bisa membaca pelafalan semua kata bahasa Jepang; selain itu ada kanji (aksara Tionghoa), yang bukan bagian dari tabel huruf melainkan karakter yang punya makna, dipelajari sedikit demi sedikit lewat kata.
Jika dihitung bersama dakuon, handakuon, dan bunyi gabungan, setiap aksara punya 104 karakter: 46 huruf dasar, 25 huruf dakuon dan handakuon, serta 33 huruf bunyi gabungan (yōon). Kedua aksara dibaca persis sama, hanya bentuk huruf dan kegunaannya yang berbeda. Katakana punya kelompok huruf gabungan tambahan (seperti ファ, ティ, ヴ) untuk menulis bunyi bahasa asing. Di bawah ini ada tabel lengkapnya; data huruf dan cara bacanya diambil dari set kana GoMe.
Hiragana dipakai untuk menulis kata asli Jepang, partikel (は, を, の…), dan akhiran perubahan kata kerja serta kata sifat. Katakana dipakai untuk kata serapan (コーヒー artinya kopi, テレビ artinya televisi), nama orang dan tempat asing, kata tiruan bunyi, atau saat ingin menekankan sebuah kata. Karena itu, wajar kalau hiragana dipelajari lebih dulu: setiap kalimat bahasa Jepang membutuhkannya.
Tabel 46 huruf dasar: hiragana, katakana, dan cara baca
Setiap baris di bawah ini mengikuti pola: huruf hiragana, huruf katakana, lalu cara baca dalam huruf Latin (romaji). Belajar per baris, lima huruf per baris, lebih mudah daripada menghafal 46 huruf sekaligus.
Baris A (あ行): あ ア a · い イ i · う ウ u · え エ e · お オ o
Baris K (か行): か カ ka · き キ ki · く ク ku · け ケ ke · こ コ ko
Baris S (さ行): さ サ sa · し シ shi · す ス su · せ セ se · そ ソ so
Baris T (た行): た タ ta · ち チ chi · つ ツ tsu · て テ te · と ト to
Baris N (な行): な ナ na · に ニ ni · ぬ ヌ nu · ね ネ ne · の ノ no
Baris H (は行): は ハ ha · ひ ヒ hi · ふ フ fu · へ ヘ he · ほ ホ ho
Baris M (ま行): ま マ ma · み ミ mi · む ム mu · め メ me · も モ mo
Baris Y (や行): や ヤ ya · ゆ ユ yu · よ ヨ yo
Baris R (ら行): ら ラ ra · り リ ri · る ル ru · れ レ re · ろ ロ ro
Baris W (わ行) dan ん: わ ワ wa · を ヲ o · ん ン n
Empat bacaan yang tidak mengikuti pola huruf Latin dan perlu diingat: し dibaca shi, ち dibaca chi, つ dibaca tsu, ふ dibaca hampir seperti fu (bunyi di antara f dan h). Huruf を berbunyi sama dengan お (o) dan hampir hanya dipakai sebagai partikel. Huruf ん adalah bunyi sengau n, dan tidak pernah berada di awal kata.
Dakuon dan handakuon: menambah tanda ゛ dan ゜
Tambahkan dua titik kecil (゛, disebut dakuten) pada huruf baris K, S, T, H, maka kamu mendapat bunyi bersuara baris G, Z, D, B. Tambahkan lingkaran kecil (゜, handakuten) pada baris H, maka kamu mendapat baris P. Kedua tanda ini berlaku sama untuk hiragana maupun katakana.
Baris G (が行): が ガ ga · ぎ ギ gi · ぐ グ gu · げ ゲ ge · ご ゴ go
Baris Z (ざ行): ざ ザ za · じ ジ ji · ず ズ zu · ぜ ゼ ze · ぞ ゾ zo
Baris D (だ行): だ ダ da · ぢ ヂ ji · づ ヅ zu · で デ de · ど ド do
Baris B (ば行): ば バ ba · び ビ bi · ぶ ブ bu · べ ベ be · ぼ ボ bo
Baris P (ぱ行, handakuon): ぱ パ pa · ぴ ピ pi · ぷ プ pu · ぺ ペ pe · ぽ ポ po
Ada dua pasang yang bunyinya sama: じ dan ぢ sama-sama dibaca ji, ず dan づ sama-sama dibaca zu. Dalam praktiknya, じ dan ず dipakai hampir di mana-mana; ぢ dan づ hanya muncul dalam beberapa kasus seperti はなぢ (mimisan) atau つづく (berlanjut).
Bunyi gabungan (yōon): huruf besar ditambah ゃ ゅ ょ kecil
Jika ゃ, ゅ, ょ (ditulis lebih kecil dan lebih rendah setengah baris) diletakkan setelah huruf yang berakhiran i seperti き, し, ち, kedua huruf itu bergabung menjadi satu bunyi: き + ゃ dibaca kya, bukan ki-ya. Ada 11 baris seperti ini, masing-masing tiga huruf.
Baris KY: きゃ キャ kya · きゅ キュ kyu · きょ キョ kyo
Baris SH: しゃ シャ sha · しゅ シュ shu · しょ ショ sho
Baris CH: ちゃ チャ cha · ちゅ チュ chu · ちょ チョ cho
Baris NY: にゃ ニャ nya · にゅ ニュ nyu · にょ ニョ nyo
Baris HY: ひゃ ヒャ hya · ひゅ ヒュ hyu · ひょ ヒョ hyo
Baris MY: みゃ ミャ mya · みゅ ミュ myu · みょ ミョ myo
Baris RY: りゃ リャ rya · りゅ リュ ryu · りょ リョ ryo
Baris GY: ぎゃ ギャ gya · ぎゅ ギュ gyu · ぎょ ギョ gyo
Baris J: じゃ ジャ ja · じゅ ジュ ju · じょ ジョ jo
Baris BY: びゃ ビャ bya · びゅ ビュ byu · びょ ビョ byo
Baris PY: ぴゃ ピャ pya · ぴゅ ピュ pyu · ぴょ ピョ pyo
Ukuran huruf kecil menentukan arti kata. びょういん (byōin) artinya rumah sakit, sedangkan びよういん (biyōin) artinya salon rambut. Di katakana aturannya persis sama: ジャ dibaca ja, sedangkan ジヤ akan dibaca ji-ya.
Bunyi hentian っ, bunyi panjang ー, dan katakana tambahan
Huruf っ kecil (bunyi hentian)
Huruf っ yang ditulis kecil (disebut sokuon) tidak punya bunyi sendiri; huruf ini menandakan jeda singkat satu ketukan, lalu konsonan berikutnya dibaca lebih tegas. きて (kite) artinya "datanglah", sedangkan きって (kitte, 切手) artinya perangko. Di katakana huruf ini ditulis ッ, misalnya ベッド (tempat tidur), カップ (cangkir).
Bunyi panjang dan tanda ー
Bunyi panjang adalah vokal yang dipanjangkan dua kali. Di hiragana, tambahkan huruf vokal: ああ, いい, うう memanjangkan a, i, u; akhiran e dipanjangkan dengan い (せんせい), akhiran o dipanjangkan dengan う atau お (とうきょう, おおきい). Di katakana cukup tambahkan tanda garis ー: ビル (gedung) berbeda dengan ビール (bir), コーヒー artinya kopi. おばさん (bibi, tante) dan おばあさん (nenek) juga hanya berbeda pada panjang bunyi a.
Kelompok katakana tambahan untuk bunyi asing
Katakana juga punya kelompok huruf tambahan untuk menulis bunyi asing, yang tidak ada di hiragana: ファ (fa), フィ (fi), フェ (fe), フォ (fo), ティ (ti), ディ (di), ウィ (wi), ウェ (we), ウォ (wo), シェ (she), ジェ (je), チェ (che), dan ヴ (vu, jarang dipakai). Kamu akan menemuinya pada kata seperti ファイル (berkas), パーティー (pesta), フォーク (garpu).
Huruf yang mudah tertukar dan cara membedakannya
Setiap pasangan di bawah ini paling sering membuat pemula keliru. Jangan berusaha menghafal deskripsinya; tulislah sendiri setiap huruf beberapa kali sesuai urutan goresan, lalu bandingkan pasangannya berdampingan.
Katakana yang mudah tertukar
シ (shi) dan ツ (tsu): keduanya punya tiga goresan pendek, bedanya ada pada arah. Pada ツ semua goresan berjalan dari atas ke bawah; pada シ goresan terakhir ditarik naik ke arah kanan. Cara cepat mengingat: ツ mengarah ke bawah, シ mengarah ke atas.
ソ (so) dan ン (n): prinsipnya sama dengan pasangan di atas. ソ punya goresan panjang dari atas ke bawah, ン punya goresan panjang yang ditarik dari bawah ke atas. Jadi dua huruf yang bergerak turun adalah ソ dan ツ; dua huruf yang ditarik naik adalah ン dan シ.
ウ (u), ワ (wa), dan フ (fu) dalam katakana: ウ punya goresan pendek di paling atas, ワ tidak punya goresan itu dan hanya terdiri dari dua goresan, sedangkan フ hanya punya satu goresan lengkung. Untuk ノ (no) dan メ (me), メ punya goresan miring tambahan yang memotong goresan ノ.
Hiragana yang mudah tertukar
ぬ (nu) dan め (me): keduanya punya goresan yang menyilang. Bedanya ada di bagian ekor: ぬ diakhiri dengan lingkaran kecil, sedangkan め tidak punya lingkaran di ekornya.
ね (ne), れ (re), dan わ (wa): ketiga huruf ini punya goresan vertikal yang sama di sebelah kiri. ね punya lingkaran di ekornya, れ ekornya ditarik ke luar, sedangkan わ ekornya melengkung ke dalam.
る (ru) dan ろ (ro): る punya lingkaran kecil di ujungnya, ろ terbuka tanpa lingkaran. Ini juga ciri yang dipakai untuk membedakan ぬ/め.
は (ha) dan ほ (ho): bagian kanan ほ punya satu goresan horizontal tambahan dibanding は.
Cara menghafal huruf dalam waktu singkat
Pelajari hiragana dulu, baru katakana. Setiap sesi, pelajari satu baris lima huruf saja: lihat hurufnya, baca keras-keras, tulis sesuai urutan goresan, lalu langsung baca satu kata nyata yang memakai huruf itu. Misalnya untuk baris K, baca かさ (payung), あき (musim gugur), jangan hanya melihat simbolnya satu per satu.
Setelah mempelajari beberapa baris, ulangi baris-baris lama dengan jarak yang makin panjang: besoknya, beberapa hari kemudian, lalu di akhir minggu. Inilah pengulangan berjarak (SRS), cara yang cocok untuk memasukkan huruf ke memori jangka panjang. Setelah hafal hiragana, pelajari katakana lewat kata serapan yang akrab seperti コーヒー, ケーキ, テレビ; banyak kata terdengar mirip bahasa Inggris, jadi kamu bisa menebak artinya jika mengerti bahasa Inggris.
Waktu untuk menghafal kedua tabel sangat berbeda tergantung orangnya dan berapa menit belajar per hari, jadi artikel ini tidak menjanjikan angka pasti. Tanda yang baik untuk beralih ke kosakata dan kanji adalah ketika kamu bisa membaca satu baris hiragana sederhana tanpa melihat tabel.
Kata dalam artikel ini
Pertanyaan yang sering diajukan
Belajar hiragana atau katakana dulu? Hiragana dulu, karena muncul di setiap kalimat. Katakana dipelajari setelahnya, dan biasanya lebih cepat karena bunyinya sudah akrab.
Apakah harus hafal semua huruf dulu sebelum belajar kosakata? Tidak harus. Setelah hafal hiragana dasar, kamu bisa mulai belajar kata-kata sederhana sambil belajar katakana.
Ada berapa huruf hiragana? Ada 46 huruf dasar, atau 104 karakter jika dihitung bersama dakuon, handakuon, dan bunyi gabungan. Jumlah katakana sama, ditambah kelompok huruf tambahan untuk kata serapan.
Bagaimana mengulang kana agar tidak lupa? Bacalah kata-kata nyata setiap hari dan ulangi dengan jadwal yang makin berjarak. GoMe Nihongo punya pengulangan berjarak dan latihan menulis tangan, sehingga kamu tahu huruf mana yang masih lemah dan menjumpainya lagi di saat yang tepat.